logo_kemenag-removebg-preview

Tingkatkan Kualitas Belajar, MAN 5 Cirebon Gelar Sosialisasi Pengisian Aplikasi PBS

Pabedilan (HUMAS Kab. Cirebon)

Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Cirebon mengadakan kegiatan sosialisasi pengisian aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS), pada Selasa (19/08/2025) bertempat di aula madrasah. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 5 Cirebon, H. Soif, S.Ag., M.Pd.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala KKM Madrasah Aliyah Swasta (MAS), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Operator dari seluruh KKM MAN 5 Cirebon.

Dalam sambutannya,  Soif, menekankan pentingnya pemahaman terhadap penggunaan aplikasi PBS sebagai alat bantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih personal dan tepat sasaran.

“Dengan aplikasi ini, kita bisa memahami bagaimana karakter dan cara belajar masing-masing siswa. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa,” ujar Soif dalam pembukaannya.

Ia juga menambahkan bahwa madrasah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penilaian berbasis karakteristik siswa.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Pengawas Madrasah di lingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Jasmanto, S.Ag.M.Pd; dan Pengelola sistem informasi pendidikan tingkat madrasah, Sri Qori’ah, S.Ag., M.Pd. Keduanya memberikan pemaparan secara mendalam mengenai fungsi, fitur, serta teknis pengisian aplikasi PBS, yang merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah.

Dalam sesi pertama, Jasmanto menjelaskan latar belakang lahirnya aplikasi PBS serta pentingnya profil belajar siswa dalam konteks pendidikan abad 21. Ia juga memperkenalkan indikator-indikator yang digunakan dalam PBS, seperti gaya belajar, minat bakat, hingga nilai-nilai karakter.

“Guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga harus mampu memahami siapa siswa yang diajarnya. Melalui PBS, kita dibantu untuk melihat potensi dan kebutuhan mereka,” jelas Jasmanto.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Sri Qori’ah yang memandu praktik langsung pengisian aplikasi PBS melalui platform digital. Para peserta diajak untuk mencoba menginput data siswa berdasarkan observasi dan asesmen awal yang sudah dilakukan. Ia juga memberikan tips dalam menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai profil belajar siswa.

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis maupun pelaksanaan asesmen non-akademik di kelas. Sri Qori’ah menyampaikan bahwa tantangan tersebut bisa diatasi dengan kolaborasi antarguru serta dokumentasi yang baik atas perkembangan siswa.

“PBS ini bukan kerja instan, tapi proses berkelanjutan. Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti pengamatan dan catatan harian siswa,” ujar Sri Qori’ah.

Sosialisasi ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan harapan seluruh guru KKM MAN 5 Cirebon dapat segera menerapkan pengisian aplikasi PBS secara berkala dan konsisten. Dalam penutupan acara, Soif menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Semoga dengan pemahaman yang diperoleh hari ini, kita bisa lebih tepat dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan karakter setiap siswa. Ini bagian dari ikhtiar kita menjadikan madrasah lebih maju dan responsif terhadap kebutuhan zaman,” tutup Soif.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam digitalisasi asesmen dan personalisasi pendidikan di KKM MAN 5 Cirebon, sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik.

Kontributor : Yadi Cahyadi Abdulah

Fotografer : Arib Mubarok

Kabar Sekolah Lainnya

MADRASAH ALIYAH NEGERI 5 CIREBON

MAN 5 CIREBON © All rights reserved